Parlemen

Banyak Keluhan, DPRD Soroti Sistem Antrean Berobat di Puskesmas

Rapat Komisi Gabungan DPRD Bontang terkait antrean dan pelayanan Puskesmas di Bontang (Foto: Faisal)
Rapat Komisi Gabungan DPRD Bontang terkait antrean dan pelayanan Puskesmas di Bontang (Foto: Faisal)

Bontang. DPRD Kota Bontang soroti sistem pengambilan nomor antrean berobat di Puskesmas Bontang Selatan 1, yang belakangan kerap dikeluhkan masyarakat. Lantaran banyaknya warga yang berebut mengambil nomor, hingga tidak bisa berobat karena kehabisan kuota antrean.

Beberapa anggota DPRD menyampaikan hal tersebut saat rapat gabungan komisi bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes KB) Bontang, Kepala BPJS Kesehatan, serta seluruh Kepala Puskesmas se-Bontang yang digelar Senin, 27 Agustus 2018.

Anggota Komisi 2 DPRD Arif mengatakan kondisi tersebut sangat miris, lantaran yang berebut nomor antrean adalah warga yang sama membutuhkan layanan kesehatan. Dikatakannya, beberapa warga yang telah mengantre sejak lama, pun kerap tidak kebagian nomor berobat, sebab beberapa orang diketahui mengambil hingga lima nomor antrean.

“Kami minta Dinas Kesehatan untuk membuat kebijakan baru, agar situasi pengambilan nomor antrian berobat di puskesmas tidak seperti mengantri sembako lagi,” kata Arif.

Senada Anggota Komisi 3 Rusli, menyebut hal ini juga akibat ditiadakannya layanan kesehatan pada malam hari. Sehingga warga berebut untuk memperoleh layanan kesehatan pagi hari.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes KB Bontang Kasdi, menyampaikan jika pengambilan nomor antrean kerap menimbulkan masalah. Sebab beberapa oknum mengambil lebih dari 3 nomor antrean, sehingga menyebabkan warga lain tidak memperoleh nomor dan harus kembali esok hari.

Selain itu sikap beberapa warga yang takut tidak memperoleh nomor antrean pun menyebabkan keadaan semakin runyam, dan berdampak pada rebutan antar sesama pengunjung puskesmas.

“Maka dari itu kami akan mengembangkan aplikasi khusus pengambilan nomor antrean berobat di Puskesmas dalam waktu dekat, agar hal serupa tidak terjadi lagi,” ujar Kasdi.

Baca Juga: Alasan Imunisasi, Pelayanan Puskesmas Malam Hari Terpaksa Ditutup

Sementara Kepala Puskesmas Bontang Selatan 1 Islakhiyah, menyampaikan pada dasarnya setiap Puskesmas membutuhkan minimal 3 petugas di loket pendaftaran. Namun karena kurangnya SDM di Puskesmas Bontang Selatan 1, menyebabkan petugas loket hanya ada satu orang.

Sebelumnya, keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan kesehatan khususnya persoalan antrean berobat di Puskesmas Bontang Selatan 1 beredar luas di media sosial. Hal tersebut menyita perhatian DPRD Bontang yang langsung menggelar rapat guna membahas permasalahan tersebut.(*)

 

Laporan: Sary | Faisal

Click to comment
To Top