Berita Kota

Antisipasi Biro Haji Abal-abal, Kemenag Bontang Rutin Monitor

Bontang. Berdasarkan data Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bontang, hampir dipastikan tiap tahunnya selalu ada calon jamaah yang gagal berangkat, akibat menggunakan jasa perjalanan haji yang tak terverfikasi atau legal.

Seperti halnya pada tahun 2015, menurut Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Bontang Ali Mustofa, ada sekira 200 calon jamaah yang gagal berangkat, akibat tidak jelasnya proses keberangkatan dari jasa perjalanan haji tempat yang bersangkutan mendaftar.

“Makanya kami selalu mengingatkan calon jamaah untuk terus berhati-hati, jangan sampai niatnya ibadah malah hasilnya tidak sesuai dengan yang diharap,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi permasalahan ini terus terjadi, Kantor Kemenag Bontang kata Ali Mustofa, terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media masa, hingga selebaran berisi kriteria travel haji dan umrah yang bisa dipercaya dan memiliki legalitas.

“Ada lima poin yang perlu diperhatikan masyarakat dalam memilih travel haji dan umrah, diantaranya memiliki izin dari Dirjen PHU, ada kepastiab tanggal keberangkatan, kepastian fisik tiket pulang pergi, kepastian pasti hotel, dan visa,” lanjutnya.

Dalam upaya tersebut, Kantor Kemenag Bontang pun ungkapnya telah menjalin kerjasama dengan Polresta Bontang, guna melakukan pembinaan dan monitoring terhadap biro perjalanan haji dan umroh, agar berjalan mengikuti aturan.

Kantor Kemenag Bontang mencatat, saat ini ada delapan biro perjalanan haji dan umroh yang telah terverifikasi, dan beroperasi sesuai aturan. Diantaranya PT Telaga Al-kautsar Travel, PT Kafilah Maghfiroh Wisata, PT Arrehlah Wisata, PT Phinisi Wisata, PT Jasa Wisata Nusantara Jawara Tour, PT Afi Tour, PT Arminarreka Perdana, dan PT Saudi Patria Wisata.

“Dengan cara ini kami harap tidak ada lagi masyarakat yang tertipu biro perjalanan haji dan umroh. Jangan sampai ada lagi yang dirugikan,” pungkasnya.(*)

  • 17
    Shares