Berita Kota

Ananta, ABK Satu–satunya Mewakili Kaltim di O2SN BK Tingkat Nasional

Ananta Wardana bersama guru yang juga sekaligus pelatihnya Iwan Purnomo pada saat melakukan latihan di Stadion Bessai Berinta (foto: yahya/pktv)

Bontang. Ananta Wardana, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) asal kota Bontang berhasil mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Berkebutuhan Khusus (O2SN–BK) yang diadakan di Semarang pada 25–29 Agustus 2019 mendatang. Ananta akan bertanding untuk kategori lomba kursi roda bagi cerebral palsy.

Ananta Wardana, saat ini tengah menempuh pendidikan kelas 7 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bontang. Dirinya bisa mengikuti ajang O2SNK-BK tingkat nasional setelah sebelumnya berhasil lolos seleksi pada tingkat provinsi.

Ditemui saat berlatih di Stadion Bessai Berinta, guru yang juga sekaligus pelatih Ananta, Iwan Purnomo mengatakan bahwa muridnya tersebut baru pertama kali mengikuti seleksi, dan langsung dapat mewakili Pemprov Kaltim untuk lomba dalam kategori balap kursi roda 100 meter ABK yang memiliki kategori ABK Cerebral Palsy di O2SN–BK tingkat nasional.

“Sebagai satu–satunya ABK yang mewakili kota Bontang dan Provinsi Kaltim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan dari ajang O2SN-BK tersebut, ada beberapa kategori ABK yang diperlombakan, diantaranya ABK Tuna Daksa, Paralegia, dan Cerebral Palsy. Dengan beberapa kategori lomba, yaitu bulu tangkis untuk tuna rugu, catur untuk tuna netra, lari untuk tuna grahita ringan, dan bocce untuk down syndrome, serta balap kursi roda untuk cerebral palsy.

“Nantinya pada ajang tersebut, saya menargetkan agar Ananta Wardana bisa melampaui capaian dari latihan yang selama ini dilakukannya dengan catatan latihan untuk jarak 100 meter ditempuh dengan waktu 53 detik, serta bisa masuk dalam jajaran enam besar,” jelasnya.

Saat ini berbagai persiapan untuk mengikuti O2SN-BK sudah mulai dilakukan Ananta bersama pelatihnya, salah satunya yakni mempersiapkan latihan lintasan dengan melatih kecepatan, daya tahan, dan fokus pada perlombaan.

Laporan: Yahya

Click to comment
To Top