Berita Kota

Aksi Demo Sopir Truk Bontang Ancam Stop Proyek CPO

aksi unjuk rasa persatuan sopir truk bontang di depan halaman kantor wali kota (foto:yuli)
aksi unjuk rasa persatuan sopir truk bontang di depan halaman kantor wali kota (foto:yuli)

Bontang. Ratusan sopir truk Bontang mengancam akan menghentikan aktifitas proyek Crude Palm Oil (CPO) di Bontang Lestari, jika keinginan mereka untuk diberdayakan dalam proyek tersebut tak diakomodir.

Persatuan sopir truk lokal Bontang melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman kantor wali kota M Roem Bontang Lestari sebagai wujud rasa kekecewaaan lantaran merasa tidak diberdayakan pada Rabu, (06/2/2019).

Menurut koordinator aksi Ical bahwa mereka menuntut dua hal yakni memberhentikan sopir truk 10 roda dari luar daerah dan meminta upah standar bagi sopir truk. Untuk diketahui sebelumnya terdapat 15 sopir yang ingin diberdayakan pada proyek tersebut akan tetapi melihat besaran upah yang tidak sesuai membuat para sopir tersebut memilih untuk tidak bekerja.

“Sopir hanya dibayar 52 ribu setiap pengangkutan, itu tidak sesuai dengan standar mengingat idealnya yakni 100 hingga 120 ribu untuk jarak tempuh 8 kilometer,” sebut Ical.

Ical menambahkan jika pada mediasi antara pihak sopir truk perusahaan dan pemerintah tidak juga memberikan solusi terbaik maka pihaknya akan kembali melakukan aksi lanjutan yang lebih besar.

“Kami akan lakukan aksi lanjutan salah satunya menghentikan proyek CPO di Bontang Lestari,” ucap Ical.

Aksi unjuk rasa oleh para sopir truk ini pun berujung pada mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah.

Dalam mediasi tersebut, Ical Ketua Aksi menyampaikan, pihaknya dan perusahaan telah menandatangani surat kesepakatan untuk mengakomodir sopir lokal.

“Perusahaan sepakat akan mengakomodir sopir lokal Bontang, sementara untuk besaran gaji sopir truk akan kembali dibicarakan,” terangnya.

Sekadar diketahui, pembangunan mega proyek pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) senilai 3 Triliun di Bontang Lestari dan digadang-gadang bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 5 ribu orang. Produksi pabrik merupakan produk turunan dari pengolahan CPO seperti minyak goring, pupuk dan sabun. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Click to comment
To Top