Pilkada

Adi-Isro Kalah, Nurdin Mundur Dari PDI Perjuangan

Bontang. Hampir dipastikannya pasangan Neni-Basri sebaga pemenang Pilkada Bontang tahun 2015, membuat M Nurdin, salah satu kader senior PDI Perjuangan (PDI-P) Kota Bontang mengambil keputusan untuk mundur sebagai kader berlambang banteng moncong putih tersebut.

Keputusannya ini jelas Nurdin bukan tanpa alasan. Salah satunya karena partainya selaku pengusung dan pendukung pasangan petahana Adi Darma – Isro Umarghani, gagal dalam memenangkan pasangan tersebut untuk kedua kalinya. Hal ini merupakan bentuk tanggungjawab moral yang diembannya selaku tim pemenangan, serta konsistensinya terhadap sikap dan dukungan yang sejauh ini diberikan bagi pasangan incumbent.

“Ini bentuk tanggungjawab saya, karena saya mendukung Adi – Isro tidak setengah-setengah. Kecewa itu pasti ada, makanya dengan mundur dari partai ini salah satu bentuk sikap karena belum bisa memenangkan jagoan kami,” ungkapnya.

Walau diakui secara pribadi jika PDI Perjuangan merupakan partai terbaik yang pernah dilakoninya, pilihan mundur tambah mantan legislator Dprd Bontang 3 periode itu, juga atas pertimbangan lain. Diantaranya dirinya ingin lebih bebas menjalani keseharian, tanpa embel-embel partai.

Sehingga apapun yang terjadi dikemudian hari, diharapnya tidak disematkan sebagai seorang kader partai. Namun murni pada dirinya sendiri.

“Saya hanya ingin menjadi diri sendiri aja, kan selama ini tindak tanduk yang saya lakukan selalu melekat sebagai kader PDI P. Ya kalau bagus aja, kalau ada sesuatu yang negatif, jangan sampai nama partai yang jelek gara-gara saya,” tandasnya.

Surat pengunduran dirinya sebagai kader telah disampaikan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, melalui surat tertulis tanggan 10 Desember 2015.

“Sudah saya tulis dan kirimkan suratnya ke Bu Mega, tinggal menunggu keputusan dari DPP. Dan saya ucapkan terima kasih atas kesempatan selama ini saya diterima sebagai kader dan keluarga besar di PDI Perjuangan,” pungkasnya.

 

Laporan : Yulianti Basri & Nasrul

Editor : Revo Adi M

Click to comment
To Top