Corporate

59 Peserta Apprentice Challenge Ikuti Magang 6 Bulan di Pupuk Kaltim

Pembukaan Apprentice Challenge Pupuk Kaltim (Foto: Humas PKT)
Pembukaan Apprentice Challenge Pupuk Kaltim (Foto: Humas PKT)

Bontang. Sebanyak 59 peserta terpilih mengikuti Pupuk Kaltim Apprentice Chalenge 2018 angkatan pertama, yang berlangsung selama 6 bulan kedepan. Kegiatan ini berupa program pemagangan bagi seluruh peserta, dari berbagai tingkat pendidikan. Dibuka langsung General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, Senin, 2 Juli 2018.

Para peserta magang terdiri dari 38 peserta untuk jenjang Strata-1, 13 peserta jenjang Diploma, dan 18 peserta lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Seluruhnya merupakan peserta yang dinyatakan lolos seleksi, dari 459 peserta yang terdaftar dan dinyatakan lolos berkas administrasi pendaftaran melalui Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang.

Menurut Ketua Pelaksana dari Departemen Pendidikan dan Pelatihan Pupuk Kaltim Widodo, proses magang berlangsung mulai 2 Juli 2018 hingga 2 Januari 2019, diawali pembekalan yang akan berlangsung 3-5 Juli 2018.

“Seluruh peserta akan ditempatkan diseluruh unit kerja Pupuk Kaltim, sesuai dengan kemampuan berdasarkan hasil seleksi dan jenjang pendidikan,” ungkapnya.

Sementara General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, mengatakan program ini merupakan wujud perhatian Pupuk Kaltim bagi lulusan di Kota Bontang, sekaligus mempersiapkan tenaga profesional yang andal dan memiliki kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja.

Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, yang mentargetkan 1,4 juta peserta magang se-Indonesia pada 2019 mendatang.

“Melalui kegiatan ini para peserta akan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tenaga professional secara terbuka, sekaligus membuka peluang bagi putra daerah untuk memiliki kesempatan lebih luas dalam persaingan kerja yang semakin ketat,” terang Nur Sahid.

Ditambahkannya, program magang ini merupakan pembekalan bagi para peserta dan tidak berkaitan dengan proses rekrutmen oleh Pupuk Kaltim. Dengan hasil akhir para peserta akan diakui secara professional, dibuktikan melalui sertifikasi yang akan didapat pasca pemagangan.

“Diakhir program para peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi, sesuai skema yang tersedia melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” lanjutnya.

Selama pelaksanaan magang, para peserta akan dibimbing dan didampingi langsung oleh instruktur pada tiap unit kerja di Pupuk Kaltim, agar peserta dapat menyerap ilmu sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Sehingga saat pemagangan selesai, tiap peserta akan mampu menjadi tenaga yang siap pakai sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Upaya ini pun disambut Pemerintah Kota Bontang melalui Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja DPMTK-PTSP Bontang Ikhwan Agus. Dirinya mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim dalam mempersiapkan tenaga kerja andal dan siap pakai, khususnya bagi lulusan berbagai tingkat pendidikan melalui program pemagangan ini.

Pemagangan dinilainya sangat efektif dalam memutus mata rantai pengangguran di Kota Bontang, agar para lulusan memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja. Bahkan berdasarkan data pihaknya, sekira 76 persen dari lulusan magang Pupuk Kaltim selama ini, berhasil terserap dunia kerja di Kalimantan Timur.

“Atas dasar itu, kami sangat mendukung langkah Pupuk Kaltim yang melaksanakan program ini, guna menciptakan tenaga kerja yang siap pakai di Kota Bontang dan Kalimantan Timur. Dan diharap mampu menekan tingkat pengangguran, serta memberi kesempatan lebih luas untuk peluang kerja dengan kapasitas yang dimiliki,” paparnya. (*)

Pembukaan Apprentice Challenge Pupuk Kaltim (Foto: Humas PKT)

Laporan: Revo | Mansur

Click to comment
To Top