Pemerintah

2018, Realisasi Anggaran Belanja Pemkot Capai 85,95 Persen

wali kota neni moerniaeni (foto:faisal)
wali kota neni moerniaeni (foto:faisal)

Bontang. Pemerintah Bontang mencatat, belanja daerah sepanjang Tahun 2018 mencapai angka Rp 1,186 triliun memiliki pencapaian sebesar 85,95 persen dari target belanja sebesar Rp 1,380 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2018 pada rapat paripurna ke – 7 masa sidang kedua DPRD Bontang yang Senin (18/3/2019).

Dijelaskan Neni, realisasi anggaran belanja tidak langsung mencapai 85,53 persen dari anggaran pada perubahan apbd tahun anggaran 2018 sebesar Rp 471,8 miliar terealisasi sebesar Rp 403,5 miliar.

“Realisasi anggaran belanja langsung mencapai 86,16 persen dari anggaran pada perubahan APBD tahun anggaran 2018 sebesar Rp 908,3 miliar terealisasi sebesar Rp 782,6 miliar,” ungkap Wali Kota.

Belanja langsung tersebut terdiri dari belanja modal dengan target sebesar Rp 391,5 miliar, terealisasi sebesar Rp 333,7 miliar atau 85,24 persen. Sementara belanja pegawai dari target sebesar Rp 57,9 miliar, terealisasi sebesar Rp 44,3 miliar lebih atau 76,61 persen.

“Sedangkan belanja barang dan jasa ditargetkan Rp 458,9 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 404,5 miliar atau 88,13 persen,” Tambah Neni.

Sementara berdasarkan struktur keuangan daerah Tahun 2018, pendapatan daerah Bontang terealisasi sebesar Rp 1,253 triliun dari target Rp 1,190 triliun atau mencapai 105,3 persen.

Pasalnya, pendapatan asli daerah (PAD) mencapai realisasi sebesar Rp 199,6 miliar atau mencapai 108,15 persen dari target pada perubahan APBD 2018 sebesar Rp 184,6 miliar. Untuk dana perimbangan realisasi mencapai angka Rp 856,4 miliar atau terealisasi sebesar 106 persen dari target pada perubahan APBD 2018 sebesar Rp 807,9 miliar. Sedangkan pada realisasi lain – lain pendapatan daerah yang sah hingga akhir Tahun 2018 mencapai 99,79 persen atau sebesar Rp 197,8 miliar dari target sebesar Rp 198,2 miliar. (*)

 

Laporan : Sari | Faisal

 

Click to comment
To Top